Prof Dr.H.Afif Muhammad, M.A
AWALNYA tulisan ini merupakan respons dari tulisan seorang alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang berbagi pengalamannya tentang dunia kepenulisan. Tulisan itu dimuat dalam milis yang saya ikuti.
Saya merasa senang sekali membaca pengalamannya. Saya rasa memang seperti itulah yang mesti dilakukan seseorang ketika ingin menjadi penulis. Pada masa sekarang ini, ketika jumlah media cetak demikian melimpah, sebenarnya kesempatan untuk menjadi penulis sangat terbuka lebar. Ini agak berbeda dari zaman ketika saya masih mahasiswa, bahkan ketika sudah menjadi dosen muda. Saat itu jumlah media cetak, baik koran maupun majalah, sangat terbatas. Karena itu “menembusnya” juga relatif sulit. Sesudah mengirim puluhan artikel yang kemudian ditolak dan di-”retour” tulisan pertama saya muncul pertama kali di Pikiran Rakyat Bandung pada 1983. Tulisan itu saya baca puluhan kali, dan perasaan saya melambung-lambung tak karuan. Senang bukan main. Baca selebihnya »
MUMPUNG sekarang masih momen Maulid Nabi Muhammad saw akan enak rasanya jika membahas tentang Nabi Muhammad saw. Jika kita jadikan beliau sebagai teladan dalam kepemimpinan, maka beliau adalah pemimpin yang lengkap dalam berbagai sisinya. Artinya, beliau adalah pemimpin agama (umat), sekaligus pemimpin negara (bangsa). Kepemimpinan seperti ini sudah tidak kita temukan hari ini. Yang ada hanyalah pemimpin agama (ulama, MUI) atau pemimpin negara atau politik.