Menanggapi 17 Doktrin Syiah versi Risalah Mujahidin (10)

22 02 2012

[Ini tanggapan dari Kang Abdi M.S. terhadap tulisan yang terdapat pada RISALAH MUJAHIDIN, edisi 9, th 1 Jumadil Ula 1428 / Juni 2007) yang dikirim oleh Ilham Maulana (bengras6@gmail.com)]

10) Al Qur’an anu aya kiwari geus robah, dikurangan jeung ditambah (USHULUL KAAFI kaca 670). Salah sahiji conto ayat al Qur’an anu dikurangan ti aslina nyaeta ayat al Qur’an surat An-Nisa ayat 47. ceuk versi Syiah kieu kecapna : Ya ayyuhaldziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan” (FASHLUL KHITAB kaca 180).

INI lagu lama atau kaset rusak yang berulang-ulang dinyanyikan dan diputar. Tapi untuk singkatnya dan sekadar berbagi dengan mereka yang belum pernah menemukan diskusi seperti ini, saya rangkumkan sebagai berikut. Percaya atau tidak, suka atau tidak, senang atau tidak, terlepas dari anggapan, keinginan dan khayalan anda, kaum Syiah menggunakan Quran yang sama yang semua orang kenal.

Al-Quran yang ada di rumah-rumah mereka kebanyakan mushaf Usmani dan keluaran Mesir, Kairo, Beirut, Saudi, India, Pakistan, dan lainnya. Apakah itu dimaksudkan buat menutup-nutupi keyakinan mereka? Alamak, kalau benar begitu untuk siapa mereka melakukan itu semua? Untuk menyenangkan mayoritas Muslim di seluruh dunia? Lalu apakah dengan begitu para Muslim, khususnya yang anti Syiah dengan senang hati memasukkan Syiah ke dalam barisan Muslim? Lihat dengan 10 butir di atas, bukankah lebih banyak lagi yang dijadikan peluru oleh para anti Syiah untuk mengkafirkan mazhab ini. Sekiranya ada ahadits di kalangan Syiah yang menyatakan adanya tahrif dalam Quran, ahadits seperti itu masuk dalam kategori dhaif (lemah), seperti disebutkan di atas.

Lalu apakah dengan demikian seluruh Syiah dapat dikelompokkan ke dalam satu golongan yang meyakini adanya tahrif (perubahan) dalam Qur’an? Supaya adil perlu diketahui bahwa dalam salah satu kitab hadis yang enam (Kutubus Sittah) Sunni ada hadis yang mengisahkan tentang adanya Surat dalam Qur’an yang hilang karena dimakan kambing. Apakah dengan sendirinya kita bisa simpulkan seluruh Sunni percaya bahwa Qur’an tidak mahfuzh lagi karena hadis lemah yang kebetulan ada dalam kumpulan sahih enam Kitab utama ini?

2012/1/16
Abdi Muhammad Soeherman


Tindakan

Information