Oleh AHMAD SAHIDIN
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ala Muhammad wa aali Muhammad
BEBERAPA waktu lalu tersiar dalam media bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat berencana akan melakukan kajian terhadap mazhab Ahlulbait atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syiah. Keinginan mengkaji Ahlulbait ini dikarenakan terjadi kasus penyerangan terhadap umat Islam yang menganut ajaran Syiah di Sampang.
Belum juga muncul hasil kajian dari MUI, Menteri Agama (Menag) Suryadarma Ali menyampaikan pernyataan yang cukup menyentak bahwa Syiah sesat dan bukan bagian dari Islam. Menag menyebutkan fatwa MUI tahun 1984 dan hasil kajian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) tentang Syiah yang secara akidah dan ajaran bertentangan dengan Islam.
Membaca berita demikian saya tertegun. Betapa blegug pisan seorang Menag menyampaikan pernyataan demikian. Menag selaku pemimpin agama tertinggi di Indonesia seharusnya tidak langsung telan dan suarakan rekomendasi dari orang-orang yang keilmuannya tidak jelas. Menag harus mengajak dialog para ahli dari akademisi dan wakil dari organisasi Islam Syiah seperti Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) dan Ahlulbait Indonesia (ABI) serta organisasi Islam Sunni besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Kalau hanya MMI yang diminta rekomendasi jelas tidak mewakili umat Islam Indonesia.
Kalau saya melihat dari pernyataan di media massa, Menag tampaknya menyetujui terjadinya anarkisme agama yang akan dilakukan kelompok ekstream Islam terhadap pemeluk mazhab Ahlulbait. Menag tidak belajar dari kasus penyerangan terhadap pemeluk mazhab Ahlulbait di Sampang (Madura) dan YAPI Bangil (Jawa Timur) akibat pernyataan tokoh agama yang duduk di MUI Jawa Timur.
Dampak dari fatwa MUI Sampang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap jamaah Syiah Sampang yang sampai tega melakukan pembakaran pesantren dan menjarah barang-barang berharga serta menyebarkan isu yang tidak berdasar.
Jelas tindakan mereka termasuk kekerasan yang harus ditindak tegas dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.Bukannya menenteramkan kehidupan umat beragama malah menciptakan keadaan yang merugikan umat beragama dan kehidupan masyarakat Indonesia. [AHMAD SAHIDIN, penulis buku Tanda-Tanda Kiamat Mendekat]
suka2 merekalah…g usah di komentari..jangan terpancing isu