Sabtu, 31 Desember 2011 , 21:18:00 WIB
Laporan: Ihsan Dalimunthe
RMOL. Pimpinan besar Nahdlatul Ulama dinilai lebih berwibawa saat dipimpin Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Aura kepemimpinan Gus Dur terasa betul. Sepatah kata yang diucapkannya terkait keberadaan minoritas, termasuk terhadap keberadaan Syiah, langsung diikuti oleh Nahdliyin. Hal tersebut beda dengan pimpinan NU setelahnya.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi) Jalaludin Rahmat saat konferensi pers terkait penyerangan jamaah Syiah di Sampang, Madura, di Kantor Ijabi, Kemang, Jakarta Selatan (Sabtu, 31/12).
“Tanpa mencoba merendahkan pimpinan setelah Gus Dur, sekali Gus Dur mengatakan A, seluruh Nahdliyin di daerah mengikutnya,” beber Jalal.
Jalal menuturkan, pengkut Syiah aman betul di zaman Gus Dur memimpin NU. Di zaman itu, Gus Dur mengatakan bahwa Syiah tidak sesat. Bahkan ia memerintahkan agar Nahdliyin menjaga dan melindungi pengikut Syiah. GP Anshor diperintahkan Gus Dur melindungi jamaah Syiah.
“Yang terjadi setelah Gus Dur, NU beraksi hanya setelah ada kekerasan terjadi, dan hanya mengatakan mengecam dan menyesalkan atas kejadian. Tidak beraksi riil secara organisasi sampai ke jenjang bawah,” kata dia.
Jalal mengimbau agar pimpinan NU sekarang bisa membuat semua Nahdliyin turut mengikuti bagaiman keputusan NU yang mengatakan Syiah tidak sesat dan menghormati minoritas. [dem]
http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/12/31/50686/Syiah-Aman-Saat-NU-Dipimpin-Gus-Dur-
Anda