Diskusi “Api Sejarah” di PR, Menjalankan Fungsi Pers

12 11 2009

SELASA, 10 November 2009 pagi kemarin, kursi di Aula Redaksi Pikiran Rakyat yang hanya cukup untuk delapan puluh orang tidak cukup sehingga sebagian terpaksa harus berdiri. Bahkan, panitia pun tidak kebagian tempat duduk. Hal itu terjadi saat digelarnya diskusi buku “Api Sejarah” karya Ahmad Mansur Suryanegara.

Tampak hadir beberapa aktivis Islam dan sebagian tokoh yang mewakili ormas Islam serta guru sejarah dan masyarakat. Ulama ternama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam (Dago Atas Bandung) KH.Muchtar Adam pun menyempatkan hadir sebagai peserta.

Awalnya panitia menetapkan pembahas buku “Api Sejarah” itu tiga orang: Ahmad Mansur Suryanegara (penulis), H.Syafik Umar (pimpinan umum dan pengamat media), dan Tjetje Hidayat Padmadinata (sesepuh Jabar dan politisi senior). Namun, dua hari menjelang hari “H”, panitia mendapat informasi bahwa H.Syafik Umar tidak bisa hadir karena ada keperluan yang tidak bisa digantikan. Sedangkan Prof. Ahmad Mansur Suryanegara dan Tjetje Hidayat Padmadinata menyatakan bersedia sejak awal. Dengan hanya dua pembicara, tampaknya waktu untuk mengekplorasi buku lebih leluasa dan mendalam.

Namun, pada Selasa itu, Baca entri selengkapnya »





KH. Othman Umar Shihab: Manusia Melupakan Amanah Allah

3 10 2009

Eksistensi lingkungan makin terancam. Fungsinya yang bersifat jangka panjang guna menyangga kehidupan telah dirusak oleh keinginan mendapatkan keuntungan jangka pendek. Eksploitasi menjadi tak terkendali. Sementara di sisi lain, hukum tidak lagi mampu dijalankan dengan efektif di lapangan.

Perusakan alam juga berlangsung akibat praktik-praktik tidak sehat dari pelaku industri dan segelintir anggota masyarakat. Sehingga dari waktu ke waktu, fungsi alam sebagai penjaga siklus hara tanah, reservasi air, penahan erosi dan sebagai tempat mempertahankan keanekaragaman hayati telah berkurang secara signifikan. Akibatnya, bencana alam kerap melanda.

Dalam kitab suci Alquran, Allah SWT telah memperingatkan umat manusia tentang bahaya yang dapat terjadi bila kelestarian lingkungan alam tidak dijaga dengan semestinya. “Bila pengrusakan alam terus berlanjut, bencana tinggal menunggu waktu,” ujar dai yang juga dosen Universitas Islam Negeri Jakarta KH Otman Umar Shihab.

Menurut dia, upaya penyelamatan alam dari kerusakan harus segera dilakukan. Dan hal ini dimulai dari membangun kesadaran diri sendiri. “Tanpa itu, niscaya manusia akan tetap mengabaikan ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya,” katanya. Kepada wartawan Republika Yusuf Assidiq, Ustadz Othman bercerita banyak mengenai dalil-dalil agama yang peduli lingkungan. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana Islam menilai alam?
Sesungguhnya, manusia adalah sebagai pemegang amanah dari Allah SWT di muka bumi. Dan seharusnya ini diakui sebagai sebuah kemuliaan yang luar biasa diberikan Allah. Oleh karena itu, jika terjadi kerusakan-kerusakan terhadap alam, hal tersebut bisa dikatakan merupakan pengkhianatan terhadap amanat Allah. Seperti dalam berfirman-Nya, “Akan timbul kerusakan di laut dan di bumi akibat ulah manusia.” Dari sini bisa dijelaskan bahwa jauh-jauh hari Allah telah memberikan satu peringatan akan tingkah laku manusia. Baca entri selengkapnya »





Kisah Trafficking dalam Dua Buku

3 10 2009

Oleh AHMAD SAHIDIN

KASUS trafficking ternyata bukan hanya di Indonesia, tetapi di negeri lain pun terjadi. Memang harus diakui bahwa data trafficking di negeri kita meningkat dari tahun ke tahun. Sebagaimana dilansir detikcom, pada 2004 terdapat 76 kasus, 2005 terdapat 71 kasus, 2006 terdapat 86 kasus, dan melonjak dua kali lipat menjadi 177 kasus pada 2007 dan serta 88 kasus pada 2008.

“Sold: Kenapa Aku Dijual?”
Persoalan trafficking tidak akan pernah diketahui kalau tidak ada yang berani bicara atau melaporkan betapa menderitanya orang-orang yang menjadi korban kasus trafficking. Dalam media cetak dan online banyak dikisahkan kejadian dan akibat yang diderita oleh mereka yang terkena kasus tersebut. Bahkan, peristiwa trafficking di Birmingham, Inggris, dikisahkan dalam bentuk buku oleh korbannya dengan judul: “Sold: Kenapa Aku Dijual?”; yang diterjemahkan dan diterbitkan Madanisa (imprint Salamadani Publishing) pada April 2008.
Secara garis besar buku ini mengisahkan perjalanan hidup Zana Muhsen dan adiknya, Nadia Muhsen, berumur 15 dan 14 tahun, yang diiming-imingi liburan gratis ke luar negeri oleh ayahnya. Baca entri selengkapnya »