Oleh AHMAD SAHIDIN
DIKISAHKAN ada seorang pemuda yang mau mulai belajar tasawuf. Ia rajin shalat malam dan selalu baca al-Quran. Ia datang menemui gurunya dan mendapatkan tugas, “Nanti kalau kamu shalat malam, bacalah Al-Quran dan bayangkan aku, guru kamu mendengarkan di hadapanmu”.
Ia pun menyanggupi. Biasanya, setiap kali shalat malam dia khatam Al-Quran. Namun pada malam itu ia tidak bisa mengkhatamkannya—ketika membacanya dengan menghadirkan sosok gurunya. Esoknya ia melapor. “Guru, saya hanya bisa sampai satu juz saja,” katanya. Baca entri selengkapnya »
Anda